Contoh Metodologi Survei dan Pengumpulan Data

Survei Peninjauan Lapangan dan Pengumpulan Data Pekerjaan Embung

Metodologi Survei dan Pengumpulan Data
A. Peninjauan Lapangan

Peninjauan lapangan rinci merupakan bagian dari tahap perencanaan. Hal-hal yang perlu dicatat dalam peninjauan lapangan rinci antara lain : Jenis dan jumlah prasarana dan sarana yang diperkirakan akan mengalami kerusakan. Data ini diperlukan untuk menentukan kerugian yang akan diderita bila tidak dilakukan usaha penanganan.
Pengumpulan data sekunder meliputi data-data sebagai berikut:
  • Inventarisasi bangunan-bangunan air yang berada disekitar rencana pemilihan lokasi bangunan embung.
  • Pengumpulan Peta Topografi lokasi pekerjaan skala 1 : 50.000 dan atau peta skala tertentu diperoleh dari Bakosurtanal (untuk peta topografi). Peta ini dibutuhkan untuk studi potensi lokasi-lokasi calon embung dan sebagai acuan dalam survei primer topografi.
  • Peta informasi sistem sungai yang ada di lokasi pekerjaan.
  • Pengumpulan data kependudukan dan sosial ekonomi dan lingkungan yang dibutuhkan untuk analisa ketersediaan air, kebutuhan air (bilamana diperluka), status lahan kawasan rencana embung, analisa dampak sosial dan kelayakan rencana embung secara ekonomis. Data yang diperlukan adalah data sosial ekonomi pada daerah sekitar yang didapat dari instansi seperti Bappeda, Biro Pusat Statistik, Dinas PU setempat,  dll.

B. Pengumpulan Data Sekunder

Pengumpulan data sekunder diperlukan untuk pengolahan data selanjutnya. Data tersebut meliputi: data hidrologi dan meteorologi, rencana tata ruang, studi terdahulu, Data sosek, statistik, daftar harga bahan dan upah, dan lain sebagainya yang diperlukan untuk perencanaan
Sebagai sumber perolehan data tersebut di antaranya:
  1. Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai
  2. Badan Pusat Statistik, untuk data sosial ekonomi dan demografi.
  3. Bakosurtanal, untuk peta topografi skala 1:50.000, peta rupa bumi skala 1:25.000
  4. Direktorat Geologi, untuk peta geologi
  5. BMKG, untuk data-data hidrologi dan klimatologi
  6. Puslitbang Air, untuk data debit sungai, curah hujan
  7. Dinas PU Kabupaten
  8. Instansi terkait lainnya.

C. Studi-Studi dan Desain Terdahulu


1. Data Kebijakan Studi dan Perencanaan
Studi Kelayakan dan Perencanaan sangat memerlukan data dan informasi yang diproses dari kegiatan survai dan investigasi dalam arti luas atau lengkap sebagai bagian fungsi manajeman teknik SIDLACOM dan PAERIP. SIDLACOM merupakan akronim dari kegiatan survai, investigasi, desain, land aqcuisition, construction (konstruksi), operasi dan maintenance (pemeliharaan) sedangkan PAERIP merupakan rangkaian kegiatan pemantauan, analisa, evaluasi, rehabilitasi, intensifikasi dan pengembangan.

2. Data Penunjang
Perlengkapan tambahan antara lain meliputi :
  • Sarana transportasi
  • Ketersediaan tenaga listrik
  • Sumber daya manusia

D. Studi Meja dan Literatur

Terkait dengan pengumpulan data awal termasuk di dalamnya adalah pengumpulan laporan studi terdahulu maupun literatur yang terkait dengan pekerjaan ini. Studi meja dilakukan terutama dilakukan terhadap laporan-laporan studi terdahulu yang terkait maupun data lainnya yang telah terkumpul sehingga Konsultan memperoleh gambaran yang lebih jelas dan menyeluruh tentang kondisi proyek.
Kegiatan ini akan sangat penting artinya karena akan menentukan strategi langkah berikutnya termasuk dalam menentukan program kunjungan lapangan.  Di samping itu Konsultan juga akan melakukan studi lileratur dengan maksud untuk memperkaya pengetahuan serta untuk mengantisipasi pola penanganan sungai yang diperlukan sesuai dengan tuntutan yang ada dalam Kerangka Acuan Kerja.

E.  Program Kunjungan Lapangan

Program kunjungan lapangan dimaksudkan menyusun rencana kunjungan lapangan sesuai dengan hasil pengenalan Konsultan terhadap proyek pada saat studi meja dan literatur. Atas dasar hal tersebut serta koordinasi dengan Direksi Pekerjaan, maka disusun program kunjungan lapangan mencakup hal-hal sebagai berikut :
  • Persiapan administrasi
  • Personil yang akan melakukan kunjungan lapangan
  • Jadwal dan lamanya kunjungan lapangan
  • Daerah yang akan dikunjungi, terdiri dari lokasi proyek maupun instansi terkait
  • Data tambahan yang masih diperlukan
  • Rencana kunjungan di lokasi pekerjaan
  • Sarana transportasi yang akan digunakan
  • Lokasi rencana survai dan penelitian lapangan
  • Dan lain sebagainya.

F.  Penyusunan RMK, Laporan RK3K dan Laporan Pendahuluan

Dalam waktu paling lama 2 (dua) minggu, Konsultan akan menyiapkan RMK (Rencana Mutu Kontrak). RMK akan memuat program kerja Konsultan, kriteria pelaksanaan, pedoman standar yang digunakan, alur pelaksanaan kegiatan dan sebagainya, dengan maksud agar kualitas pekerjaan dapat terkontrol dan dimonitor dari waktu ke waktu. Disamping itu Konsultan juga membuat Laporan Rencana Kesehatan, Keselamatan, Kerja dan Kontrak (RK3K) dimana laporan ini memuat rencana jaminan keselamatan pelaksanaan kerja berikut pemantauannya baik untuk pekerjaan lapangan maupun pekerjaan di studio/kantor.
Draft Laporan Pendahuluan akan disusun oleh Konsultan dengan memasukkan semua materi yang telah diuraikan dalam Pekerjaan Pendahuluan menyangkut pendekatan metodologi, analisis pekerjaan, program kerja, jadwal pelaksanaan pekerjaan, jadwal penugasan personil, pengumpulan dan inventarisasi data awal, studi meja dan literatur maupun program kunjungan lapangan.
Berikutnya Draft Laporan Pendahuluan tersebut didiskusikan dengan Pemberi Kerja untuk memperoleh masukan-masukan tambahan untuk penyempurnaan pembuatan Laporan Pendahuluan.

Posting Komentar untuk "Contoh Metodologi Survei dan Pengumpulan Data"